Hadir di Munas X LDII, Intelijen Kejagung RI Tekankan Penegakan Hukum yang Humanis
JAKARTA – Di era percepatan pembangunan, upaya pencegahan pelanggaran hukum tidak lagi bisa dilakukan dengan cara konvensional. Kejaksaan Agung RI kini mengedepankan pendekatan humanis-preventif dengan memperkuat sinergi bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) guna mendeteksi dini potensi hambatan pembangunan dan gangguan sosial.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Subdirektorat II pada Direktorat II Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI, Yulius Sigit Kristanto, saat menjadi pembicara dalam forum Munas X LDII, Selasa (7/4/2026).
Intelijen Kejaksaan: Menjaga Proyek Strategis Tetap On-Track
Yulius memaparkan bahwa posisi Intelijen Kejaksaan sangat strategis dalam sistem intelijen nasional sesuai UU No. 17 Tahun 2011. Fokus utamanya bukan sekadar penindakan, melainkan pengamanan pembangunan nasional agar terbebas dari praktik KKN.
“Kami mengawasi proyek strategis pemerintah dengan prinsip persuasif. Tujuannya jelas: mencegah potensi kerugian negara sebelum terjadi, bukan sekadar menunggu adanya pelanggaran,” tegas Yulius.
Sinergi Bareng LDII: Dari Monitoring Sosial hingga Stabilitas Hukum
Dalam kesempatan tersebut, Yulius memberikan apresiasi khusus kepada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, LDII memiliki peran krusial dalam:
- Pembangunan Karakter: Mencetak generasi muda yang sadar hukum dan berintegritas.
- Stabilitas Sosial: Melalui forum Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan (PAKEM) untuk menjaga harmoni di tengah masyarakat.
- Benteng Ketertiban: Memastikan kegiatan organisasi selalu dalam koridor hukum dan memberi manfaat bagi publik.
Inovasi Real-Time dan Asta Cita
Sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah dalam reformasi hukum, Intelijen Kejaksaan kini menggunakan inovasi digital yang mampu memetakan potensi hambatan secara real-time di lapangan.
“Melalui pengawasan proaktif dan deteksi dini, setiap potensi pelanggaran hukum dapat diantisipasi lebih awal. Kami mengajak LDII untuk terus aktif menjaga nilai kebangsaan demi pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.