Menenun Persatuan: Langkah Teduh LDII Jatim Sowan ke Kediaman Prof. KH. Halim Soebahar
JEMBER, 27 Maret 2026 – Di tengah suasana syahdu bulan Syawal, sebuah pertemuan penuh kesejukan berlangsung di lingkungan asri Pondok Pesantren Shofa Marwah, Jember, Jumat (27/3). Jajaran pengurus DPW LDII Provinsi Jawa Timur hadir membawa semangat silaturahmi untuk bertamu kepada tokoh ulama kharismatik, Ketua MUI Jawa Timur, Prof. KH. Halim Soebahar.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang rindu antarulama dan pengurus ormas untuk saling bertukar pikiran demi kemaslahatan umat di Jawa Timur.

Tradisi Syawal: Memohon Bimbingan Ulama
Ketua DPW LDII Jawa Timur, H. Moch Amrodji Konawi, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tradisi rutin yang dijaga kelestariannya. Baginya, berjalan beriringan dengan ulama adalah kunci utama dalam membina umat.
“Kami di LDII menyadari bahwa langkah kami memerlukan doa dan bimbingan dari para kiai, khususnya dari majelis ulama. Silaturahmi ini adalah cara kami menyerap ilmu dan arahan agar kualitas pembinaan umat kami tetap terjaga dalam koridor persatuan,” tutur Amrodji dengan nada rendah hati.
Menyongsong Munas X 2026
Dalam momen penuh keakraban tersebut, Amrodji juga berbagi kabar mengenai rencana besar organisasi. LDII dijadwalkan akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X pada 7–9 April 2026 mendatang di Jakarta. Dukungan moral dan doa dari MUI Jawa Timur diharapkan menjadi energi positif agar perhelatan tersebut mampu melahirkan kontribusi nyata bagi bangsa.
Sinergi untuk Kedamaian Jawa Timur
Menanggapi kunjungan tersebut, Prof. KH. Halim Soebahar menyambut hangat kehadiran rombongan LDII. Beliau menekankan bahwa kekuatan umat Islam di Jawa Timur terletak pada kemauan para pemimpinnya untuk duduk bersama dan berkolaborasi.
“Silaturahmi seperti ini adalah oase. Ia mencairkan sekat dan menyatukan langkah. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan ulama sangat vital untuk menjaga stabilitas sosial serta membumikan nilai Islam yang moderat di tengah tantangan zaman yang kian dinamis,” pesan Prof. Halim.
Beliau pun secara khusus melangitkan doa untuk kelancaran Munas X LDII, berharap forum tertinggi tersebut dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang membawa manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat. Pertemuan ditutup dengan diskusi santai mengenai penguatan nilai-nilai kebangsaan, mencerminkan harmoni yang kuat antara ormas keagamaan dan institusi ulama di Jawa Timur.
Kehadiran H. Akhmad Malik, S.P., M.M. dalam pertemuan tersebut memberikan dimensi lokal yang sangat kuat, mengingat keduanya merupakan tokoh penting di Jember. Kedekatan mereka bukan sekadar hubungan antarorganisasi, melainkan cerminan dari harmoni tokoh agama di “Kota Tembakau” ini.
Sinergi Tokoh Lokal Jember: Kedekatan H. Akhmad Malik dan Prof. Halim
Sebagai pimpinan LDII di tingkat kabupaten, H. Akhmad Malik selama ini dikenal memiliki komunikasi yang sangat cair dengan para ulama di Jember, termasuk dengan Prof. Halim Soebahar. Pertemuan di Pondok Pesantren Shofa Marwah tersebut tampak begitu akrab karena keduanya sering bertemu dalam berbagai forum komunikasi umat di Jember.
Tanggapan H. Akhmad Malik: Beliau menegaskan bahwa sowan ke kediaman Prof. Halim adalah bentuk ta’dzim (rasa hormat) sekaligus upaya menyelaraskan program LDII Jember dengan arahan MUI.
“Bagi kami di Jember, Prof. Halim adalah orang tua sekaligus guru. Kehadiran kami mendampingi pengurus wilayah bukan sekadar formalitas, tapi upaya untuk memastikan bahwa gerak dakwah LDII di Jember selalu sejalan dengan bimbingan beliau selaku Ketua MUI Jawa Timur yang juga tokoh kebanggaan warga Jember,” ungkap H. Akhmad Malik.
Poin Kedekatan yang Bisa Ditonjolkan:
- Akar Jember yang Kuat: Keduanya merupakan figur yang aktif dalam dinamika sosial keagamaan di Jember, sehingga memiliki pemahaman yang sama mengenai karakteristik masyarakat lokal.
- Harmoni Organisasi: Di bawah kepemimpinan H. Akhmad Malik, LDII Jember sangat aktif berpartisipasi dalam agenda-agenda MUI Jember, yang membuat hubungan mereka sangat solid dan suportif.
- Kemitraan Strategis: Kedekatan ini mempermudah koordinasi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan stabilitas keamanan di wilayah Jember.
Pertemuan tersebut ditutup dengan diskusi santai mengenai penguatan nilai-nilai kebangsaan, mencerminkan harmoni yang kuat antara ormas keagamaan dan institusi ulama di Jawa Timur.