Kelas Jurnalistik Wawancarai Ketua LDII Jember dan Biro KIM
JEMBER 21 Juni 2026 – Sesi materi dalam Diklat Jurnalistik DPD LDII Kabupaten Jember tidak sekadar menjadi teori di atas kertas. Usai mendapatkan pembekalan intensif mengenai teknik kepenulisan dan standardisasi foto berita, para peserta yang didominasi generasi milenial langsung ditantang menerjunkan diri ke lapangan untuk melakukan praktik jurnalistik secara riil pada Minggu (21/6).
Panitia diklat membagi kelas jurnalistik menjadi 4 kelompok kerja yang dinamis. Setiap kelompok mengemban misi khusus untuk menggali, menghimpun, dan menyusun produk jurnalistik baik berupa berita tulis (straight news) maupun konten media kreatif melalui teknik wawancara cegat (doorstop) dan eksklusif.
Tidak tanggung-tanggung, nara sumber yang disiapkan untuk menjadi “target” perburuan berita para peserta adalah para tokoh kunci dan praktisi media yang kompeten di bidangnya, antara lain:
- Kelompok 1: Menggali kebijakan dan visi organisasi bersama Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, SP. M.M.
- Kelompok 2: Membedah strategi komunikasi wilayah bersama perwakilan Biro KIM LDII Jawa Timur, Widi.
- Kelompok 3: Mengulik standar visual dan foto jurnalistik bersama perwakilan Biro KIM LDII Jawa Timur, Ilham.
- Kelompok 4: Menelisik peta literasi digital lokal bersama Ketua KIM LDII Jember, Hasan.
Suasana diklat seketika berubah riuh dan hidup layaknya ruang redaksi media massa. Para peserta tampak antusias menyusun daftar pertanyaan, berbagi tugas sebagai reporter, fotografer, hingga videografer, lalu berebut momentum untuk mewawancarai para nara sumber.
Setelah data dan kutipan berhasil dihimpun, masing-masing kelompok langsung berkejaran dengan waktu (deadline) untuk menyusun draf berita. Hasil karya jurnalistik dari keempat kelompok tersebut kemudian di-review dan dibedah secara komprehensif oleh tim Biro KIM untuk dievaluasi ketepatan sudut pandang (angle), kesesuaian nilai berita, hingga struktur penulisannya. Sebagai bentuk pemantik semangat, panitia juga memberikan apresiasi khusus bagi kelompok yang berhasil melahirkan karya jurnalistik terbaik.

Salas Bima dari LINES (LDII News Network) Jember, menyatakan bahwa metode praktik langsung dengan metode wawancara ini sengaja dirancang untuk melatih mentalitas, ketajaman insting berita, serta kemampuan komunikasi interpersonal para peserta.
“Kami tidak ingin mereka hanya menjadi pendengar pasif. Dengan terjun langsung mewawancarai jajaran makro organisasi seperti Ketua DPD dan Biro KIM Provinsi Jawa Timur. Peserta dapat merasakan langsung atmosfer kerja jurnalistik yang sesungguhnya. Apresiasi yang kami berikan untuk karya terbaik diharapkan menjadi stimulus agar mereka semakin konsisten menulis dan memproduksi konten positif setelah diklat ini usai,” tegas Bima di lokasi acara.
Melalui simulasi kerja media yang taktis ini, LDII Jember optimistis dapat segera melahirkan barisan kontributor LINES yang andal, mandiri, dan siap mengawal publikasi kontribusi positif organisasi secara masif dan profesional ke ruang publik.
Kesan Ketua DPD LDII Jember
Rangkaian kegiatan Diklat Jurnalistik LDII Jember memberi kesan positif pada Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi. Malik menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras para peserta dan panitia. Selama 2 hari tersebut, Malik melihat ada energi positif dari diklat jurnalistik tersebut:
1. Bangga atas Daya Juang dan Keberanian Peserta
Malik merasa sangat bangga melihat lompatan mentalitas para peserta milenial. Dari yang awalnya hanya menerima teori di dalam kelas, mereka langsung berani mempraktikkan teknik wawancara lapangan (doorstop) secara taktis. Kesan Malik sangat positif setelah mendapatkan materi, peserta sudah tidak canggung atau cemas saat berhadapan langsung dengan narasumber demi memburu berita yang valid.
2. Apresiasi Tinggi untuk Kreativitas Panitia (LINES Jember)
Malik memberikan apresiasi yang tinggi kepada panitia dan tim LINES Jember di bawah komando Hasan. Ia menilai panitia sukses mengemas diklat ini menjadi sangat dinamis, praktis, dan tidak membosankan. Metode simulasi kerja redaksi (membagi 4 kelompok dengan target nara sumber berbeda) dinilai sebagai terobosan yang cerdas untuk memicu kerja sama tim, kedisiplinan terhadap deadline, dan ketajaman insting jurnalistik para kader muda dalam waktu singkat.
3. Optimistis Menatap Masa Depan Literasi Digital Organisasi
Melihat hasil draf berita dan konten media yang berhasil disusun oleh kelompok peserta yang bahkan langsung di-review oleh tim Biro KIM Jawa Timur. Malik merasa optimistis. Hasil kerja nyata ini membuktikan bahwa LDII Jember tidak kekurangan talenta berbakat. Kesan utama yang ditangkap oleh Malik adalah bahwa para peserta kini telah siap menjadi “motor penggerak” publikasi yang mandiri, cerdas media, dan mampu mengawal branding positif LDII dari tingkat akar rumput (PC/PAC) secara profesional.
Berita Diklat Jurnalistik lainnya:
Diklat Jurnalistik LDII Jember: Oryza Kupas Ketajaman Skeptisisme Wartawan
Wawan ‘Radar Jember’ Berbagi Rahasia Foto Jurnalistik Berkelas Lewat Moment dan Tata Cahaya
Dorong Jurnalisme Positif, LDII Jember Targetkan Output Diklat Jurnalistik Jadi Ladang Ibadah
Buka Diklat Jurnalistik LDII Jember, Kominfo Dukung Penuh Pemanfaatan Media Sebagai Ladang Ibadah
Alhamdulillah, sesi praktik wawancara langsung dengan Ketua KIM DPD LDII Jember, menjadi pengalaman berharga dalam pelatihan ini. Saya belajar banyak soal cara bertanya yang tepat, menggali informasi secara mendalam, dan menyajikannya secara akurat. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan generasi muda agar mampu menjadi penyampai informasi yang kredibel dan bertanggung jawab. Alhamdulillah Jaza Kallahu Khoiro☺️🙏